Posted October 7, 2015 by Raden Annisa in Berita

” GOES TO JOGJA ” EKSKURSI PROGRAM STUDI SAINS KEBUMIAN

info SB no resize
info SB no resize

Program Studi Sains Kebumian setiap tahunnya menyelenggarakan Program Ekskursi (Field Trip) ke berbagai institusi yang berkenaan dengan Sains Kebumian. Pada kesempatan ekskursi tahun 2015 ini, kegiatan diadakan di Daerah Istimewa Yogyakarta dari tanggal 2-5 September 2015. Ekskursi kali ini diikuti oleh kurang lebih 30 peserta yang terdiri dari mahasiswa Program Magister angkatan 2014, mahasiswa Program Doktor angkatan 2014, staf pengajar, dan tenaga kependidikan. EKskursi kali ini sangat istimewa karna disela-sela kegiatannya terdapat joint program dengan Program Studi Manajemen Bencana Pasca Sarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan menjadi peserta di Workshop Keilmuan Internasional terkait Ilmu Kebencanaan. Workshop ini dihadiri mahasiswa dari berbagai universitas dalam negeri, brazil, dan Mexico pada tanggal 4 September 2015.

merapi

Program Studi Sains Kebumian berkunjung ke Museum Gunung Merapi

 

Peserta bersiap melakukan lava tour

Peserta bersiap melakukan lava tour

Peserta Ekskursi berangkat menuju Yogyakarta pada tanggal 2 September 2015 dan tiba keesokan harinya. Kunjungan ekskursi pertama adalah ke Museum Gunung Merapi di Kabupaten Sleman. Museum Merapi menyimpan berbagai jejak dari letusan Gunung Merapi dari mulai rekam jejak terjadinya letusan Gunung Merapi yang pernah tercatat, proses-proses letusan, citra satelit saat terjadi letusan, sampai kepada dampak yang dirasakan masyarakat dari tiap kejadian. Ilmu yang disajikan di museum ini tentunya tidak hanya menarik bagi mahasiswa Kelompok Keahlian GREAT saja, namun juga dinikmati oleh seluruh peserta ekskursi. Setelah menyerap banyak ilmu di museum, sebagian peserta diajak untuk melakukan lava tour sebagai salah satu atraksi menarik dimana peserta diantar langsung ke daerah yang pernah teraliri oleh lahar gunung. Setelah melakukan kunjungan ke Merapi, maka kegiatan dilanjutkan dengan mengunjungi institusi yakni ke Stasiun Badan Meteorologi dan Klimatologi Geofisika Yogyakarta. Di BMKG, peserta dijelaskan tentang instrumen-instrumen meteorologi untuk pengambilan data parameter cuaca beserta prediksinya. Secara langsung peserta ditunjukkan alat-alat yang tersimpan di taman alat meteorologi.

bmkg 1

Peserta dijelaskan tentang instrumen Pan Evaporasi di Stasiun BMKG

 

bmkg2

Peserta mendapatkan penjelasan terkait instrumen yang ada di dalam sangkar meteorologi

 

bmkg3

Berfoto bersama BMKG

Kunjungan ke institusi dilanjutkan keesokan harinya yakni mengikuti Workshop Keilmuan di UGM. Pada kesempatan kali ini, ITB mengirimkan perwakilan untuk melakukan presentasi tentang penelitian yang pernah dilakukan terkait ilmu kebencanaan. Presenter dari pihak ITB adalah mahasiswa S3 yakni Bayu Pranata dan Ibu Dr. Ivonne M. Radjawane selaku dosen dari Prodi SB. Setelah mengikuti rangkaian acara di UGM, ekskursi dilanjutkan dengan mengunjungi Laboratorium Geospasial Pesisir Parangtritis milik Badan Informasi Geospasial di Daerah Parangtritis, Yogyakarta. Pada kunjungan kali ini, peserta dijelaskan terkait program yang dilakukan di Laboratorium gumuk pasir dan juga melihat secara langsung instrumen yang digunakan disana.

big1

Pemutaran Video di Laboratorium Pesisir BIG

 

Penjelasan tentang gumuk pasir

Penjelasan tentang gumuk pasir

 

big3

Peserta mencoba langsung instrumen di Lab BIG

 

big4

Berfoto di depan Lab BIG

Rangkaian kegiatan ekskursi ini akhirnya ditutup dengan kegiatan jalan-jalan keesokan harinya di wilayah Yogya. Seluruh peserta begitu antusias mengikuti rangkaian kegiatan ekskursi. Ilmu yang didapat tak hanya sebatas ilmu di ruang lingkup keahliannya sendiri, namun juga dapat mencicipi ilmu dari KK lainnya.

Peserta ekskursi menjelajahi jalanan Kota Yogyakarta

Peserta ekskursi menjelajahi jalanan Kota Yogyakarta

 

Perjalanan pulang ke Bandung

Perjalanan pulang ke Bandung


Raden Annisa